Karakter Cita Rasa Kopi
Kopi yang kita kenal adalah
sepekat hitam pahit yang kekuatannya bisa membuat kita menjauh dari rasa
mengantuk. sebenarnya kopi itu tidaklah hanya rasa pahit saja, jika anda hanya
tahu jenis kopi robusta yang sudah menjelma kedalam bentuk sachet-an.
jadilah kita hanya paham rasa dari kopi itu hanyalah pahit saja yang ada
dilingkungan kita dari dahulu. namun, untuk rasa yang lebih kompleks lagi
cobalah untuk mencicipi kopi jenis arabika dan temukan sensasi rasa-rasanya
dalam secangkir hitam pekatmu.
Terdapat enam atribut
terpenting dalam karakter cita rasa kopi, yaitu :
1.
Aroma
2.
Acidity
3.
Body
4.
Flavors
5.
Aftertaste
6.
Sweetness
Keenam atribut cita rasa ini
akan memengaruhi sensasi rasa dari kopi yang kita sesap. Karakter cita rasa
kopi ini bukanlah sesuatu yang sulit kita kenali jika kita sudah terbiasa
meminum kopi. Ketika kita menikmati secangkir kopi biasanya yang pertama kali
kita cari adalah rasa, bukan tekstur atau hal lainnya. Jika kita selalu
terkesan dengan karakter cita rasa kopi begitu meminumnya, ada baiknya kita
mengenali karakter-karakter tersebut.
Karakter Cita Rasa Kopi: Aroma
Aroma
kopi akan kita bisa nikmati sesaat setelah kopi tersebut diseduh dengan air.
Aroma merupakan sensasi rasa yang berbentuk gas yang tentunya dapat menguap dan
hilang. Itu sebabnya mengapa kadang kita tidak dapat menangkap aroma kopi
secara maksimal jika kopi tersebut sudah menurun suhunya. Tetapi, dapat
dipastikan bahwa aroma kopi yang tetap menonjol meski suhu kopi telah dingin
adalah aroma yang baik dan kita cari. Aroma kopi dipengaruhi dari beberapa hal,
seperti pertumbuhan kopi tersebut di kebun, proses pascapanen, dan aroma yang
terbentuk pada saat proses penyangraian. Tidak semua aroma kopi itu baik dan
bisa dinikmati. Misalnya, beberapa aroma taint yang terjadi karena kesalahan
pada proses pascapanen hingga pada saat roasting.
Karakter Cita Rasa Kopi : Acidity
Acidity, yang
umumnya dikenal sebagai keasamankopi, adalah rasa cerah dan menyegarkan yang
menambahkan rasa hidup dari secangkir kopi. Keasaman kopi yang jelas paling
banyak ditemukan di kopi-kopi yang berasal dari Ethiopia, Kenya, dan juga di
setiap kopi dengan proses basah. Keasaman yang dirasakan dalam kopi tidak
selalu berkorelasi dengan pH kopi, tetapi diyakini merupakan
hasil dari tumbuhan itu sendiri. Keasaman kopi arabika akan lebih jelas
dibanding kopi robusta. Tetapi acidity adalah sebuah sensasi rasa pada kopi
yang dipengaruhi banyak hal. Selain karena karakter bawaan dari tumbuhan
tersebut—biasa disebut organic acid—sensasi keasaman juga
dapat terbentuk dari proses pascapanen. Misalnya, pada proses basah kopi akan
lebih kuat karakter acidity-nya lantaran proses
fermentasinya. Acidity juga bisa berkurang pada saat kopi
disangrai terlalu lama. Tanpa acidity, kopi arabika akan terasa pincang. Value dari kopi arabika adalah acidity.
Kopi-kopi di Indonesia adalah kopi yang rata-rata memiliki acidity lebih rendah jika dibanding dengan
kopi dari Afrika atau Amerika Tengah. Itu bukan berarti kopi Indonesia memiliki
kualitas lebih rendah, melainkan ia adalah ciri khas kopi Indonesia yang
memiliki body lebih baik dibandingkan kopi
dari negara lain. Acidity dapat kita rasakan seperti menikmati
secangkir jus buah jeruk, apel, stroberi, lemon, dan buah lainnya yang memiliki
keasaman menyegarkan.
Karakter Cita Rasa Kopi : Body
Rasa penuh di rongga mulut saat kita meminum
kopi adalah sensasi dari body. Body bisa diilustrasikan dengan cara
membandingkan susu segar penuh lemak dengan susu segar rendah lemak. Susu segar
penuh lemak akan lebih berat di rongga mulut dibandingkan susu segar rendah
lemak. Namun, jika ingin dijabarkan lebih jauh, body bisa dirasakan seperti agak berminyak
di mulut, agak kering di mulut, dan/atau terasa seperti cream
yang sangat penuh di mulut. Selain susu segar, untuk ilustrasi
mengenai body, kita bisa
mencoba kopi Sumatra yang terkenal dengan body yang tinggi dibanding dengan daerah
penghasil kopi lainnya. Body dapat tercipta karena proses
pengelupasan buah, atau juga karena profil sangraian yang lebih gelap.
Karakter Cita Rasa Kopi : Flavors
Rasa kopi itu bervariasi, mulai hanya terasa
satu karakter yang menonjol hingga rasa yang kompleks. Semua itu terjadi karena
genetik pohon kopi, proses dikebun, proses pascapanen, hingga proses sangrai.
Kopi yang memiliki flavors kompleks bisa membuat peminumnya
sangat menikmatinya karena kopi terasa lebih meriah. Kopi-kopi dari Afrika atau
Amerika Tengah memiliki kompleksitas rasa lebih banyak dibandingkan kopi-kopi
dari Brazil. Di Indonesia, kopi-kopi dari Toraja akan lebih memiliki rasa
kompleks dibandingkan kopi-kopi dari Jawa. Kopi yang memiliki rasa tidak
kompleks biasanya digunakan sebagai kopi campuran dikarenakan memiliki satu
dominan rasa yang mungkin tidak dimiliki kopi-kopi lainnya. Ilustrasi dari rasa
yang kompleks bisa dengan cara merasakan fruit punch dibanding dengan orange
juice. Fruit punch adalah minuman campuran dari buah yang
memiliki kekayaan rasa yang bervariasi, sedangkan orange
juice hanya memiliki dominan rasa orange yang kuat, tetapi orange
juice dapat menambahkan
rasa yang kompleks pada fruit punch.
Karakter Cita Rasa Kop i: Aftertaste
Jika ada pertanyaan atribut cita rasa mana yang
bisa bertahan paling lama, jawabannya adalah aftertaste. Kita bisa merasakan
atribut rasa lainnya hanya sekejap, tetapi aftertaste dapat dirasakan lebih lama atau biasa
disebut long aftertaste.
Kopi-kopi yang memiliki long aftertaste yang baik akan memiliki kenangan
tersendiri pada peminumnya. Aftertaste terjadi dikarenakan rasa yang kompleks
yang menetap lebih lama pada rongga mulut kita. Sekadar ilustrasi, sebuah
permen rasa mint akan memiliki aftertaste lebih lama bila dibanding dengan
permen rasa lemon.
Karakter Cita Rasa Kopi : Sweetness
Semua kopi arabika terlahir dengan kadar manis
yang lebih banyak dibandingkan kopi robusta. Jadi, seharusnya kopi arabika akan
terasa manis jika disangrai dengan baik. Apalagi jika menggunakan kopi arabika
pilihan dengan cacat sekunder sedikit dan tanpa cacat primer. Rasa kopi yang
manis akan membuat peminumnya merasa lebih nyaman. Manusia sangat senang dengan
rasa manis dibandingkan pahit. Kopi dengan sweetness yang tinggi menandakan kualitasnya
sangat baik. Manis dimaksud bisa berarti manis seperti tebu, gula putih, atau
gula merah. Memang manis di sini tidak bisa diartikan sama dengan kopi ditambah
gula, tetapi dengan manisnya kopi, itu akan membuat Anda tidak ingin berhenti
meneguknya. Ilustrasikan rasa manis di kopi dengan mengonsumsi buah semangka matang
dengan buah melon. Keduanya memiliki rasa manis, tetapi secara umum semangka
akan terasa lebih manis dibandingkan buah melon

Komentar
Posting Komentar